Selasa, 29 Oktober 2013

Rekomendasi Portfolio Lengkap Investasi Tahun 2013


Rekomendasi Portfolio Lengkap Investasi Tahun 2013



Senin,29 Oktober 2013 komentar
Berbicara mengenai investasi sebagian masyarakat tidaklah terlalu mengerti benar arti investasi sehingga cenderung “ikut-ikutan” atau mengikuti arus tanpa mengetahui investasi seperti apa yang mereka lakukan.

Penting sekali untuk memilih produk investasi 2013 yang sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing pribadi. Tidak semua produk investasi sesuai dan diperlukan sekaligus. Yang paling penting disini adalah bagaimana produk tersebut memberikan manfaat maksimal dengan mencocokan tingkat resiko yang paling nyaman bagi investor.




Berdasarkan kondisi tarik-menarik antara peluang dan tantangan maka secara garis besar berikut ini beberapa rekomendasi yang dapat menjadi acuan di luar produk tradisional:

1. Saham; masih ada optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia yang positif yang terus berlanjut. Dalam bulan pertama tahun 2013, terlihat IHSG yang bergerak dinamis naik, bahkan mencetak kembali record tertingginya.

2. Reksadana pendapatan saham, maupun campuran diperkirakan masih memiliki prospek yield yang relatif baik hingga akhir tahun 2013 Namun perlu diingat bahwa investor tetap punya tugas penting untuk melakukan pemilihan jenis dan juga produk reksadana yang tepat dan juga sesuai dengan profil risiko dari investor sendiri. Jangan lupa juga untuk terus melakukan pemantauan terhadap investasi reksadana yang dimiliki untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana.

3. Emas, pada jangka jangka menengah ini diperkirakan cenderung akan bergerak sideways atau trend mendatar. Pengaruh pergerakan harga emas terkait dengan sentiment terhadap kurs mata uang internasional seperti EUR dan USD. Namun untuk jangka panjang, emas diyakini masih terus dalam tren naiknya.

4. Property, seiring dengan masih tetap banyaknya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal dan terbatasnya stock property, serta meningkatnya permintaan untuk property komersial, maka investasi bidang ini masih tetap menjanjikan baik secara jangka menengah maupun panjang.

5. Forex, untuk kurs EUR cenderung menguat, demikian juga USD diprediksi menguat, namun EUR/USD masih menunjukan trend naik/bullish dengan target 1.5, sedang JPY akan cenderung melemah karena intervensi BOJ. Rupiah juga diprediksi akan menguat seiring dengan pertumbuhan ekonominya.

Rekomendasi di atas dapat dilihat sebagai acuan untuk menentukan kombinasi produk investasi sesuai dengan appetite masing-masing investor berkaitan dengan tahanan terhadap risiko yang dinilai masih aman. Dari waktu ke waktu, seorang investor disarankan untuk terus mengevaluasi [URL="http://vibizlearning.com/new/schedule/detail/training_smart_financial_management/april_2013"]nya agar berada dalam risiko yang relatif aman dan tingkat return yang tetap menarik.

Selamat berinvestasi !

Jumat, 11 Oktober 2013


Jangan Habiskan THR!





By Imelda Tarigan, CFP

S
ebentar lagi kita akan masuki bulan Ramadhan kemudian merayakan Hari Raya Lebaran. Sebagai tradisi, kebanyakan dari kita akan menerima THR, mungkin plus bonus. Uang extra ini sering kali menggoda untuk belanja extra juga.  Tapi banyak juga yang bingung mau diapakan uang extra ini. Sebagai seorang Financial Planner, tentu saja saya akan saran kan untuk tidak menghabiskan uang extra ini, tapi untuk dikembangbiakkan sebagai persiapan di masa depan.

Ada baiknya untuk mempertimbangkan nasehat Pak Warren Buffet : Don’t save what is left after spending, spend what is left after saving”. Beliau menkonfrontir antara gaya hidup dan kebiasaan berinvestasi. Jadi, sebaiknya gaya hidup mengikuti rencana keuangan dan target investasi, bukan sebaliknya: bayar sana-sini dulu lalu kalau ada sisa baru diinvestasikan.

Karena sehari-harinya saya akrab dengan Saham Perusahaan Tbk  yang terdaftar di BEI, maka saya melihat saham sebagai salah satu media investasi yang baik untuk jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, sebaiknya pilih saham-saham yang likuid sehingga mudah untuk dijual setiap saat kita ingin jual pada harga yang sesuai dengan strategy trading kita.

Sebagai investasi jangka panjang, tidak sedikit saham yang bisa dibiarkan saja berkembang biak dengan sendirinya tanpa perlu di”urus”. Berikut ini adalah beberapa saham yang baik, yang  return nya cukup baik di sepanjang tahun 2012 yang lalu. Artinya saham-saham ini kalau dibeli di awal tahun kemudian didiamkan saja selama 2012 dan pada akhir tahun 2012 memberikan hasil seperti di bawah ini (hasilnya sudah termasuk deviden dan capital gain):
Kalbe Farma  hasilnya 60%
Indofood CBP hasilnya 54%
Perusahaan Gas hasilnya 50%
Semen Indonesia hasilnya 42%
Telkom hasilnya 35%

Modal awal utk investasi saham juga lebih murah dari harga smartphone canggih. Misalnya Kalbe Farma per  tgl 5 July 2013 dibuka di harga Rp. 1400 per lembar, kalau nanti BEI menetapkan pembelian saham hanya minimal 100 lembar saja, maka modal awal untuk beli saham Kalbe Farma hanya Rp. 1,400,000 (satu juta empat ratus ribu Rp.) saja, kecil kan?

Bagaimana dengan resiko investasi saham? Seperti halnya investasi di instrumen manapun, pasti ada resiko. Oleh karena itu penting untuk mempelajari managemen resiko. Untuk instrumen saham, manajemen resiko dilakukan dengan membeli saham perusahaan yang memiliki fundamental baik dengan prospek usaha yang cerah. Kemudian dilakukan analisa teknikal untuk menentukan saat yang tepat untuk membeli saham, sehingga memastikan bahwa kita membeli saham yang baik pada saat yang tepat, sehingga keuntungan lebih maksimal. Jadi sebaiknya dalam berinvestasi, kita tau persis apa yang sedang kita lakukan, jangan hanya ikut-ikutan atau latah. Perusahaan Sekuritas yang baik pastinya memberikan training agar investor menjadi lebih cerdas. Dengan demikian, THR kita akan dapat kita nikmati hasilnya dalam nilai yang lebih besar di kemudian hari, dari pada sekedar untuk hura-hura sesaat.
Mari berinvestasi di perusahaan milik negeri sendiri.